LAWANG SEWU

Lawang Sewu (“Seribu Pintu”) (bahasa Jawa: ꦭꦮꦁꦱꦺꦮꦸ, translit. Lawang Sèwu) adalah Landmark di Semarang, Jawa Tengah, Indonesia, yang dibangun sebagai Perusahaan Kereta Api Belanda. Bangunan era kolonial terkenal sebagai rumah berhantu dan lokasi syuting, meskipun pemerintah kota Semarang telah berusaha mengubah citra itu. Kompleks Lawang Sewu terdiri dari beberapa bangunan, dua yang utama bernama A dan B dan dua yang lebih bernama C dan D, di Jalan Pemuda. Bangunan A yang berbentuk l menghadap bundaran Tugu Muda.
Ada dua menara identik di gedung A, yang awalnya digunakan untuk menyimpan air, masing-masing dengan kapasitas 7000 liter (1800 US gala). Bangunan ini memiliki jendela-jendela kaca besar dan tangga besar di tengahnya. Ada juga sebuah terowongan yang menghubungkan bangunan A ke beberapa situs lain di kota, termasuk rumah gubernur dan pelabuhan. Gedung B terletak di belakang gedung A. Tingginya tiga lantai, dengan dua lantai pertama terdiri dari perkantoran dan yang ketiga memegang ruang dansa. Bangunan itu, dengan jendela-jendela besar dan besar, juga memiliki lantai bawah tanah yang sebagian dibanjiri untuk mendinginkan bangunan melalui penguapan. Kompleks Lawang Sewu terdiri dari beberapa bangunan, dua yang utama bernama A dan B dan dua yang lebih bernama C dan D, di Jalan Pemuda. Bangunan A yang berbentuk l menghadap bundaran Tugu Muda. Ada dua menara identik di gedung A, yang awalnya digunakan untuk menyimpan air, masing-masing dengan kapasitas 7000 liter (1800 US gal). Bangunan ini memiliki jendela-jendela kaca besar dan tangga besar di tengahnya. Ada juga sebuah terowongan yang menghubungkan bangunan A ke beberapa situs lain di kota, termasuk rumah gubernur dan pelabuhan.

Gedung B terletak di belakang gedung A. Tingginya tiga lantai, dengan dua lantai pertama terdiri dari perkantoran dan yang ketiga memegang ruang dansa. Bangunan itu, dengan jendela-jendela besar dan besar, juga memiliki lantai bawah tanah yang sebagian dibanjiri untuk mendinginkan bangunan melalui penguapan. Di depan sebuah gedung berdiri sebuah monumen untuk lima karyawan yang terbunuh selama Perang Kemerdekaan Indonesia.
Lawang Sewu dikatakan berhantu, dengan banyak wisatawan mengunjungi untuk melihat hantu.
Di antara hantu yang dilaporkan menghuni tempat itu adalah seorang wanita Belanda yang melakukan bunuh diri di dalam dan “hantu tanpa kepala”.
Pada tahun 2007, sebuah film horor berjudul Lawang Sewu: Dendam Kuntilanak ( Lawang Sewu: Pembalasan Kuntilanak ) dirilis berdasarkan legenda[11]. Film ini menceritakan tentang sekelompok siswa sekolah menengah dari Jakarta yang terjebak di Lawang Sewu setelah beberapa harus buang air kecil dan menampilkan hantu seorang wanita Belanda, seorang pria dengan bola dan rantai melilit kakinya, dan seorang kuntilanak.
Ditutupnya ruangan bawah tanah Lawang Sewu diakui karena sedang dalam proses renovasi. Berikut sekelumit kisah sejarah dan mitosruangan bawah tanah Lawang Sewu sebagaimana dirangkum MNC Portal Indonesia. Ruang bawah tanah Lawang Sewuawalnya dibangun pada masa pemerintah kolonial Belanda.





Fasilitas
| Tempat foto | Tempat makan |
| Tempat istirahat | Tempat berteduh |
Mengunjungi dan Menikmati Wisata di Semarang bersama keluarga ataupun kerabat
Harga Tiket Masuk
| No | Jenis | Harga |
|---|---|---|
| 1. | Dewasa | Rp.5000 |
| 2. | Anak-anak | Rp.2000 |